Selasa, 11 Maret 2014

Perjalanan Terjauh

Pernah dengar kata ‘traveling’? Atau ‘backpaking’? Saya yakin itu tidak asing ditelinga kalian. Mungkin salah satu atau mungkin beberapa dari kalian sering mendengar dua kata yang saling berkaitan itu. Atau malah, siapa tahu, banyak dari kalian sudah sering melakukan traveling atau backpaking.

Ada banyak orang di luar sana yang menceritakan tentang bagaimana pengalaman menakjubkannya dalam setiap perjalanan (travelin/backpaking) yang dilaluinya. Kali ini, saya tergoda untuk menceritakan sedikit perjalanan terjauh saya yang sampai hari ini sering saya lakukan.

Saya mengartikan traveling dan backpaking sama. Saya memaknainya sebagai perjalanan. Perjalanan yang dilakukan oleh setiap orang yang ingin menemukan sesuatu dalam hidupnya atau sekedar ingin menikmati betapa luas dan besarnya hidup itu sendiri. Masing-masing orang punya tujuan favoritnya sendiri. Ada yang lokal (hanya sebatas dalam negeri) ada pula yang harus melanglang dunia untuk menikmati bagaimana sesungguhnya perjalanan itu.

Saya seorang traveler. Saya juga seorang backpaker. Sama saja. Tidak ada bedanya. Saya mengunjungi beberapa kota sendiri, berjalan kaki, membawa ransel besar, menemukan apa yang saya cari dan menemukan hal-hal baru, teman baru, keluarga baru. Tapi, maaf, kali ini saya tidak berminat untuk menceritakannya. Kali ini, saya hanya akan menyampaikan pada kalian tentang perjalanan terjauh saya. Perjalanan paling jauh yang pernah saya tempuh dalam hidup saya, yang mengenalkan saya pada traveling dan backpaking itu sendiri.

Jangan salah sangka, Kawan. Salah kalau ada dari kalian yang berfikir, perjalanan terjauh itu adalah perjalanan yang menempuh waktu yang lama dan berjarak ratusan bahkan ribuan kilometer dari tempat kita tinggal. Setidaknya itulah asumsi saya. Perjalanan terjauh saya hanya berjarak 3,7 kilometer dari tempat tinggal saya. Saya sering menempuhnya hanya dengan berjalan kaki. Melewati jalan raya besar di kota saya, terkadang malah sengaja mengambil rute memutar melalui kampus hijau nan asri di kota saya.

Toko buku terbesar di kota ini yang tidak perlu saya sebut namanya adalah perjalanan terjauh saya sampai saat ini. Berjarak 3,7 kilometer bahkan mungkin kurang. Apa istimewanya toko buku ini? Toko buku selalu istimewa, Kawan. Di dalamnya akan kalian temukan berbagai macam hal yang tidak dapat kalian temukan di sekitar kalian. Di dalamnya, kalian akan bisa menjelajah ke tempat-tempat yang bahkan tidak pernah sempat kalian fikirkan. Di dalamnya, kalian akan belajar, bahwasanya pepatah tentang ‘Buku adalah jendela dunia’ bukanlah omong kosong. Dari buku-buku yang terhampar dan tersusun rapi di dalamnya, kalian akan mengenal esensi dari perjalanan itu sendiri. Kalian akan tahu tempat-tempat selanjutnya ang akan kalian kunjungi. Kalian akan dipenuhi rasa penasaran yang hebat akan bagaimana rasanya melangkahkan kaki lebih jauh dari biasanya.

Dari toko buku ini, saya memulai perjalanan saya menuju tempat-tempat yang ingin saya kunjungi selanjutnya.

Maka, Kawan, percayalah, membaca buku tidaklah akan mengurangi suatu apapun dari hidup kalian kecuali waktu. Meski begitu, sebagai gantinya, kalian akan ditawarkan pengalaman-pengalaman hebat menjelajahi dunia manapun yang kalian kehendaki lewat sana. Lewat buku.

Sedikit saya ingatkan, Kawan. Saya percaya, Dia tidak main-main ketika memerintahkan malaikatnya menyampaikan kepada Nabi - Nya, ayat pertama dari kitab suci yang sering kita temukan.

"Bacalah," itu adalah kata pertama. Dan itu berarti kita sebagai makhluk Nya harus bisa membaca, apapun itu. Tidak hanya buku, Kawan. Tapi juga setiap helaan nafas dan peristiwa harus bisa kita baca. Sehingga kita dapat memahami apa-apa yang ingin ditunjukkan pada kita. Dan saat kita paham, kita akan tahu betapa setiap yang kita baca akan membawa kita semakin dekat, lebih dekat dan lebih dekat lagi pada Sang Maha Pencipta.


Dan sekali lagi, ini asumsi saya, esensi dari perjalanan, traveling, backpacking atau apapun namanya adalah : tujuan dan manfaat. Tidak perlu jauh, Kawan. Tengok sekitar kita. Kalaupun ingin jauh, tak masalah. Perjalanan, sejauh apapun jaraknya, selama apapun waktu untuk menempuhnya, tidak akan membuat kita menjauh dari rumah, tapi justru akan membuat kita semakin ingin kembali kerumah. Karena perjalanan sejauh apapun yang kita tempuh akan membawa kita kembali.

Selamat melakukan perjalanan. :)