Aku tidak terlalu peduli dengan apa yang
pernah kita lewatkan dulu. Maaf. Kalau bisa, bahkan aku ingin menghapusnya dari
ingatanmu. Mengamnesiakan segala kenangan buruk yang menyakitkan. Merapikan
lalu menyimpan kenangan baik jauh di dalam palung hati paling dalam. Bukannya
aku tidak ingin belajar dari masa lalu itu, tapi apa baiknya kalau hanya aku
yang belajar. Toh nyatanya, baik-baik sajamu masih saja tidak meyakinkan.
Aku tahu, kembaliku masih jadi
pertanyaan besar untuk siapapun disekitar. Kedatangaku lagi mungkin tidak lebih
dari sekedar mimpi yang tidak lagi ingin terulang. Tapi bisakah, untuk terakhir
kalinya, aku mendapat sematan rasa percaya itu? Aku tidak banyak berharap.
Tidak pula banyak meminta. Jika ini jalan penebusan yang harus kujalani, akan
aku jalani.
Dan hari ini, aku bersyukur. Kenapa?
Karena lagi-lagi, sedikit demi sedikit aku mulai bisa memahami makna dari
adamu. Lama sebelum hari ini hadir, aku sudah dan selalu menemukanmu dengan
cara yang tidak pernah terfikirkan siapapun. Dan hari ini, aku tidak harus
selalu membuatmu ada disini. Tidak melulu harus bersamamu. Tapi cukup dengan
adamu.
Bagian mudahnya adalah membaca
berkali-kali. Bagian sulitnya adalah memahami apa yang sudah dibaca. Dan bagian
tersulitnya, menjalani apa yang sudah dipahami.
Terima kasih sudah mau mampir kesini.
Menikmati sepiring ketoprak yang tentu saja akhirnya aku yang menghabiskannya.
Mungkin lain kali, aku yang akan membuatmu menghabiskan makanan yang ada di
piringku. Masih ada banyak tempat yang ingin aku singgahi bersama denganmu. Dan
aku akan selalu mencoba, berusaha, berdoa, meminta pada Nya agar tetap
membuatmu ada dalam hidupku.
Aku tunggu ‘morning smile’ mu esok pagi.
Selamat malam. J