Menemukanmu ternyata tidak
sesulit yang kubayangkan. Mudah. Bahkan bisa dibilang sangat mudah. Aku hanya
perlu masuk dan berdiri disana. Bersandar pada rak-rak tinggi yang dipenuhi
buku-buku. Membuka satu persatu buku yang ingin kubaca, sambil menunggu hadirmu
tentunya. Jika sampai senja kamu tak juga muncul, aku hanya perlu bergeser
menuju dinding kaca yang menghadap jalan. Dari lantai 2 toko buku tempat aku
mencarimu, aku akan menemukanmu dimanapun kamu berada. Tanpa kamu sadari
tentunya.
Menemukanmu, tadinya kupikir
adalah hal paling sulit yang sangat tidak mungkin aku lakukan. Nyatanya, tidak
seperti itu. Aku hanya perlu berjalan beberapa ratus meter dari kampus yang
kusinggahi. Melewati jembatan penyebrangan di depan gedung asuransi, lalu
berjalan lagi. Menyusuri ramainya jalan raya T. B. Simatupang, sampai pada
persimpangan. Hanya perlu berjalan sedikit ke atas, menuju sepi yang ada di
tengah ramai. Terhenti di dekat tangga turun dan duduk di tepi kanannya. Bila
sampai senja kamu tak juga muncul, aku hanya perlu menyebrang jalan, berdiri
merentangkan tangan sambil menatap jalur kereta 2 arah yang ada di bawah. Dari
kaki langit, begitu aku menyebutnya, aku akan menemukanmu dimanapun kamu
berada. Lagi-lagi, tanpa kamu sadari pastinya.
Menemukanmu, selalu. Tolong
abaikan ini. Ini hanya sekedar catatan tentang bagaimana aku bisa menemukanmu.
Aku tahu, sedikitpun, mungkin tak pernah terfikirkan dalam benakmu untuk
kemudian aku menemukanmu. Bahkan mungkin kamu tidak pernah ingin aku temukan.
Tak peduli, aku menemukanmu tanpa kamu sadari kalau aku sudah menemukanmu.
Karena seperti yang kukatakan, menemukanmu nampaknya adalah hal mustahil yang
paling mudah untuk dilakukan.
Dan malam ini, aku menemukanmu
lagi, lewat suatu yang tidak pernah aku inginkan. Bukan di lantai 2 toko buku
itu atau diantara ramai lalu lalang yang kutemukan dari balik dinding kaca.
Bukan juga dari sisi kanan jalan layang itu, apalagi dari atas jalur kereta 2
arah. Aku menemukanmu tepat dihadapanku. Lewat begitu saja bersama aroma
cappucino yang lembut. Bersama angin yang menderu disela ramai coffeshop ini.
Menemukanmu dan berharap kamu
tidak pernah tahu aku menemukanmu adalah hal paling mudah yang ingin ku
mustahilkan. Kenapa?
Dan, menemukanmu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar