Rabu, 08 Mei 2013

Menemukanmu.


Menemukanmu ternyata tidak sesulit yang kubayangkan. Mudah. Bahkan bisa dibilang sangat mudah. Aku hanya perlu masuk dan berdiri disana. Bersandar pada rak-rak tinggi yang dipenuhi buku-buku. Membuka satu persatu buku yang ingin kubaca, sambil menunggu hadirmu tentunya. Jika sampai senja kamu tak juga muncul, aku hanya perlu bergeser menuju dinding kaca yang menghadap jalan. Dari lantai 2 toko buku tempat aku mencarimu, aku akan menemukanmu dimanapun kamu berada. Tanpa kamu sadari tentunya.
Menemukanmu, tadinya kupikir adalah hal paling sulit yang sangat tidak mungkin aku lakukan. Nyatanya, tidak seperti itu. Aku hanya perlu berjalan beberapa ratus meter dari kampus yang kusinggahi. Melewati jembatan penyebrangan di depan gedung asuransi, lalu berjalan lagi. Menyusuri ramainya jalan raya T. B. Simatupang, sampai pada persimpangan. Hanya perlu berjalan sedikit ke atas, menuju sepi yang ada di tengah ramai. Terhenti di dekat tangga turun dan duduk di tepi kanannya. Bila sampai senja kamu tak juga muncul, aku hanya perlu menyebrang jalan, berdiri merentangkan tangan sambil menatap jalur kereta 2 arah yang ada di bawah. Dari kaki langit, begitu aku menyebutnya, aku akan menemukanmu dimanapun kamu berada. Lagi-lagi, tanpa kamu sadari pastinya.
Menemukanmu, selalu. Tolong abaikan ini. Ini hanya sekedar catatan tentang bagaimana aku bisa menemukanmu. Aku tahu, sedikitpun, mungkin tak pernah terfikirkan dalam benakmu untuk kemudian aku menemukanmu. Bahkan mungkin kamu tidak pernah ingin aku temukan. Tak peduli, aku menemukanmu tanpa kamu sadari kalau aku sudah menemukanmu. Karena seperti yang kukatakan, menemukanmu nampaknya adalah hal mustahil yang paling mudah untuk dilakukan.
Dan malam ini, aku menemukanmu lagi, lewat suatu yang tidak pernah aku inginkan. Bukan di lantai 2 toko buku itu atau diantara ramai lalu lalang yang kutemukan dari balik dinding kaca. Bukan juga dari sisi kanan jalan layang itu, apalagi dari atas jalur kereta 2 arah. Aku menemukanmu tepat dihadapanku. Lewat begitu saja bersama aroma cappucino yang lembut. Bersama angin yang menderu disela ramai coffeshop ini.
Menemukanmu dan berharap kamu tidak pernah tahu aku menemukanmu adalah hal paling mudah yang ingin ku mustahilkan. Kenapa?
Dan, menemukanmu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar