Sabtu, 25 Agustus 2012

Biru. Dan Hijau. Elegi

Apa yang kita pikirkan ketika kita menemukan kata 'biru'?. Aku akan langsung mendongak ke atas, berharap aku tidak salah dan menemukan langit yang terbentang di atas kepalaku tengah biru. Atau mungkin aku akan mencari lukisan yang menceritakan desau ombak di lautan yang nampak biru, meski hanya kamuflase. Atau mungkin pula aku akan menatap foto yang ada di salah satu sudut meja belajarku, menatap lebih dalam, dengan rasa tentunya, karena pada saat itu aku akan menemukan biru di dalamnya.

Pun bila kita menenmukan kata 'hijau', apa pula yang kemudian akan ada di benak kita. Daunkah..? Tentu. Daun yang masih kokoh menempel pada tiap dahan yang ada. Atau mungkin aku akan mencari dengan segera kemeja kecilku yang berwarna hijau dengan motif kotak-kotak. Atau aku akan mencari sesuatu yang dibalut dengan kain hijau persegi empat.

***
Sebenarnya tentang apa ini..? Ini hanya tentang gambaran betapa seorang El yang tengah berusaha mengumpulkan kembali potongan puzzle nya yang kembali tercecer. 

Siapa El..?
Tentu kita ingin tahu. El adalah seorang yang beruntung. Sangat beruntung. Bagaimana bisa..? Kita akan tahu nanti.

***
Selamat senja, Biru..
Selamat sore, Hijau..

Sabtu, 04 Agustus 2012

Sekedar Cerita part I (Tentang Awal)

"ini hanya sekedar cerita. silahkan menikmatinya. bila pada akhirnya ada bagian yang tak kau suka, kau boleh mengadu padaku. tapi tolong, nikmati setiap detail katanya, karena padanya kau akan menemukan aku disana.. :) "


Dan larut sudah menggelayut manja pada temaram lampu yang menghiasi tiap sudut jalan kota kecil ini. Dengan irama konstannya yang menggoda. Lima menit menyala, 30 detik mati. Bergantian menerangi tiap jajak jalanan ini. Lalu ada dimana aku..? Aku tengah menikmati riuh suara petasan yang bergantian bergemuruh di tepi jalan sana. Mengamati anak-anak kecil yang saling berkejaran dengan petasan-petasan kecil yang sengaja dilempar kepada temannya. Tak jarang petasan itu malah masuk ke dalam masjid atau bahkan mengenai pejalan kaki yang lain. Maka aku tak heran jika sesekali terdengar bentakan dari salah satu penghulu masjid yang kemudian hanya ditanggapi oleh celoteh riang kanak-kanak itu. Menyenangkan sekali rasanya. Melihat mereka saling bercengkrama dan membuat cerita sendiri pada masa kecil mereka.

***

Pun kemudian aku melanjutkan langkah hingga sampai pada dinding bercat putih kusam yang biasa kusebut rumah. Berbenah diri sesaat lalu kemudian bercengkrama dengan layar komputer. Aku mengingat jelas bagaimana kemarin aku memulai dan bagaimana sulitnya melakukan itu. Tiba-tiba saja, aku merasa ada hal yang harus kulakukan. Aku harus mulai mengetik lagi. Dan akhirnya aku memulainya lagi.

Dimulai dengan sebuah cerita tentang. Tentang Sekedar Cerita yang nantinya akan kalian temui di halaman-halaman selanjutnya. Ini hanya sekedar Cerita tentang segelintir orang yang...(silahkan kalian tebak sendiri). Sekedar Cerita untuk mengenang tiap detik waktu yang telah dilewatkan bersama, Sekedar Cerita untuk memberitahukan pada kalian, bahwa kita semua butuh untuk belajar dari masa lalu kita, meski itu masa lalu yang terburuk sekalipun.

Jika kemudian kalian menemukan diri kalian di dalamnya, maka kalian telah menemukan aku. Tapi jika pun tidak, tak apa. Kalian akan temukan sesuatu. Kalian temukan atau tidak, percayalah, ini hanya Sekedar Cerita. dan akan selalu jadi cerita. Layaknya certita tentang kanak-kanak diatas tadi.

Selamat menikmati.. :)

"..silahkan menikmatinya. bila pada akhirnya ada bagian yang tak kau suka, kau boleh mengadu padaku. tapi tolong, nikmati setiap detail katanya, karena padanya kau akan menemukan aku disana.. :) "

Catatan Cinta Milik Lelaki Gerimis V

part V

satu hari(lagi)berlalu,..tanpa bait lalu,..
sedikit sesal menyapa,..
saat sadar telah melewatkannya begitu saja,..
tanpa kata terucap,..
tanpa karya tercipta,..

larut dalam kefanaan senja,..
yang serupa nyata,..
rindu akan hari lalu,...
saat tawa terkembang bersama,..
saat jemari menari mengangkasa,..
mencipta karya yang indah,..
setidaknya itu bagiku,..

namun itulah hari lalu,..
yang kini jadi sejarah,..
yang kemudian tersusun rapi dalam rak hati,..

dan kini,..
izinkan aku membangun raga,..
meniti esok yang masih entah,...
diatas pondasi masa lalu,..

untuk seuntai kebahagiaan,..
demi seulas senyuman,..
di masa yang akan datang,..
untukku,..
untukmu,..
untuk kalian semua,...

//January, 11 2010//

Catatan Cinta Milik Lelaki Gerimis IV

part IV

diantara riak awan yang menguning,..
mentari kembali ke peraduan,..
demi malam yang sejenak hening,..
burung-burung pun pulang dengan kicauan,..

lantunan suara-suara diperdengar,..
gugah hati yang tengah gulana,..
meski hanya di tepian pendar,..
tak ingin lagi sedih karena kecewa,..

dalam satu khilaf aku berjanji,..
yang hingga kini ingin kujalani,..
walau harus kutapaki jalan tajam berduri,...
aku tak peduli,..

rindu yang menjelma ditengah kelam,..
menggiring malam kian jauh,..
membawa hati merenungi,..
dan mencoba memahami makna hakiki,..
tentang apa itu rindu,.juga cinta,..

terjaga ku hingga tak sadar kapan ku terlelap,...

dan kutemukan pagi lagi datang,..
sedang aku masih tak mampu memaknai hakikat rindu dan cinta,..
pada malamku,...

dalam satu khilaf,..
aku ingin tahu,..
apa sejatinya rindu,..
apa sesungguhnya cinta,.
//January, 11 2010//

Catatan Cinta Milik Lelaki Gerimis III

part III

cinta itu,..
senada sebongkah pijar,..
yang tengah menyala-nyala cerah,...
yang kemudian membalurkan hangat,..

dan,..
hangat itu pun,..
menggeliat perlahan,..
mengalir membasuh kebekuan dalam lorong sunyi
milik bilik jantungku,..

yang kurasa tentang cinta,..
membuatku terduduk termangu,...
seraya memilin doa penuh harap,..
agar,..
cinta,..
yang senada pijar itu,..
yang tengah menyala-nyala itu,..
tetap membalurkan hangatnya,..
meski tak terlihat,..

cinta itu,..
//January, 11 2010//

Catatan Cinta Milik Lelaki Gerimis II

part II

tentang cinta,..
hatimu berbunga,..
saat menyapa ataupun disapa,..
saat bersua ataupun tiada,..

namun,..
banyak yang luput,..
salah arti,..salah makna,..
kenapa,..entahlah,..

milikilah cinta,..
sebelum ingin miliki yang dicintai,..
karena sejatinya,..
yang dicintai takkan pernah dapat dimiliki seutuhnya,..

berbagi cinta untuk siapa saja,..
karena semua pantas untuk dicinta,...atau mencinta,...

tentang cinta,..
hatimu berbunga,..
maka,..
milikilah cinta untuk tetap dicinta,...
//January, 11 2010//

Catatan Cinta Milik Lelaki Gerimis I

part I

sebuah keindahan,..
kutemui dalam gelap hari,..
ketika sedikit keraguan datang,..
kerana tak ku ketahui tentang apa ini,...

meniti malam,..
saat rindu berkuasa,...
menjadikan penantian kelam,...
ketika terpancar sang purnama,..

terasa,..
tentang sebuah sua,...
yang lalu hadirkan suka,...

dan malam ini,..
kulalui,...dengan,,,entah,..
rindukah,...atau apa,...???
//January, 09 2010//

Jumat, 03 Agustus 2012

prolog .

Dan semua ini jelas dimulai dari diri sendiri. Dari aku. Aku beserta ratusan sel syaraf motorik dalam tubuhku akhirnya memutuskan untuk kembali memulai. :)

Tapi..
Memulai itu ternyata tidak mudah. Aku tak tahu harus memulai seperti apa. Tak tahu bagaimana cara memulai yang baik. Masih menerawang tak jelas, masih berupa bayang-bayang semu. Bimbang dan ragu sempurna mengungkung kata-kata yang tadinya sudah terangkum dalam otakku. Bahkan kemudian sampai aku lagi mempertanyakan : "akankah aku benar-benar memulai..??atau tidak sama sekali..?"

Aku menguap, menatap sudut layar komputerku. Sudah larut ternyata, sementara aku masih saja berkutat dengan kata-kata 'mulai'. Huuh, semua ini terlalu sayang untuk dilewati, namun aku masih belum tahu bagaimana meMULAI itu.

**

Lagu ketiga. Mengalun begitu saja. Menyimak sejenak dan aku terkesiap.
Menyadarkanku akan kesalahan yang sama yang selalu aku lakukan ketika hendak memulai. Aku menginginkan sesuatau yang istimewa, memulai dengan sesuatu yang istimewa. Selalu begitu sejak dulu, dan itu adalah satu-satunya yang membuat aku sampai beberapa detik tadi belum juga bisa memulai. Istimewa itu yang kemudian jadi keharusan pada setiap langkah awalku. Tanpa sadar sebenarnya aku menjejakkan diriku pada pondasi keistimewaan yang rapuh.

Terima kasih untuk malam yang kian larut dan lagu yang terus berulang di pikiranku.
Prolog adalah awal. Bukan sebuah awal yang istimewa -akhirnya aku sadar akan hal itu-, melainkan awal mula yang sederhana, yang dilakukan secara ikhlas, bagaimanapun bentuknya, bagaimanapun aku memulainya. Aku hanya butuh melakukan sesuatu -memulai- dengan ikhlas, tanpa harus mengistimewakan awalnya. Karena pada akhirnya aku tahu, istimewa itu adalah ketika aku mampu memulai dengan caraku dan kemudian aku tetap bisa melanjutkan perjalanan memulaiku secara terus menerus -konsistensi itu perlu-.

**

Dan semua ini jelas dimulai dari diri sendiri. Dari aku. Aku beserta ratusan sel syaraf motorik dalam tubuhku akhirnya memutuskan untuk kembali memulai. :)
"tak perlu memulai dengan istimewa, hanya perlu konsistensi setelah memulai dengan sederhana"

-Momo "Geisha" : Cobalah Mengerti-

 .semangaaaatttt.//August, 03 2012//
-fadillafadil-

Haaii.. #SelamatPagi.

haaii..
akhirnyaa, begitu saja, cuma begini.. :)
dan keputusan itu akhirnya gue ambil, setelah gue berdebat lama dengan kepingan-kepingan masa lalu gue..
memarahi sedikit moment rusuh yang masih suka mampir..
dan ..
mengumpulkan sedikit demi sedikit potongan mozaik hidup gue yang berserakan..

waktunya buat gue untuk memilah, merapikan, dan menyimpan segala bentuk folder keseharian gue dalam catatan..
waktunya buat gue untuk bisa mulai lagi..

dan akhirnya..
haaaii..
selamat datang lagi buat loe, diri gue sendiri.. :)


wishmeluck. //August, 3 2012//
-fadillafadil-