“The
closer you get to Allah, the closer you are to each other.”
-Anonymous-
Kalimat
diatas ada dalam gambar yang mampir di ‘umpan’ BBM saya. Salah seorang teman
memasang display picture tersebut. Kurang lebih kalau saya artikan dalam bahasa
Indonesia maknanya adalah : “Semakin dekat kamu pada Allah, semakin dekat kamu
satu sama lain.”
Saya
berulang kali membacanya. Pelan dan berusaha memaknainya dengan baik dan benar.
Takut salah mengartikannya. Takut salah memaknainya.
Akhirnya
saya memutuskan untuk bertanya pada salah seorang teman. Jawabannya ternyata
simple (menurutnya). Apa yang bisa membawamu menjadi lebih dekat dengan Allah,
adalah hal baik, apapun itu. Maka jika kamu temukan itu, jangan lepaskan. Yang
dimaksud dengan ‘semakin dekat kamu satu sama lain’ tidak selalu berarti
tentang pasangan hidup (karena teman saya sudah menikah), tapi bisa apapun.
Bisa teman, saudara, pekerjaan, ilmu, lawan, atau apapun.
Saya
mencoba mencerna sedikit demi sedikit (karena tidak ingin dikatakan memaknai
sesuatu sesuai kehendak saya). Empat bulan terakhir, dengan atau tanpa saya
sadari ternyata saya memiliki hal-hal tersebut. Bahkan beberapa sudah lama saya
miliki, namun saya tidak menyadarinya. Saya memiliki banyak hal yang ketika
saya ‘pegang’, ketika saya ‘jalani’, ketika saya ‘baca’, membuat saya semakin
dekat dengan Nya.
Salah
satu hal yang saya ambil (sungguh dengan mengesampingkan semua perasaan), keberadaanmu
dan kemampuan yang Allah berikan untuk memahami makna hadirmu, setiap harinya
membuat saya dekat dengan Nya.
Maaf.
Saya bukannya menjadikan keberadaan itu sebagai alasan untuk menjadi dekat dengan
Nya, tapi sungguh keberadaan itu membuat saya banyak melakukan hal yang bisa
menjadikan saya lebih dekat.
Dan,
saya selalu mencoba menyempatkan untuk menyelipkan rabithah dalam setiap kalam.
Agar sang Maha Membolakbalikkan Hati memberikan lagi saya satu kesempatan. Satu
kesempatan untuk bisa menyempurnakan dien saya.
Saya
ingin Allah melihat dan memberikan saya kesempatan terakhir. Saya memilih.
Sudah memilih dan meyakini. Meski saya tidak tahu seperti apa masa depan saya
kelak. Meski saya tahu, Allah adalah sebaik-baik Perencana kehidupan, saya
tetap ingin mencoba lewat upaya dan doa.
Rabithah, tolong bawa saya 'pulang'. :')
Rabithah, tolong bawa saya 'pulang'. :')
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam
ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam
membela syariat-Mu.
Maka ya Allah,
kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah
cintanya,
dan tunjukkanlah
jalannya,
dan penuhilah ia dengan
cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah
dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa
kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan
ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid
di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau
sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
(Ahad, 27/07/2014)
(Ahad, 27/07/2014)