Sabtu, 25 Agustus 2012

Biru. Dan Hijau. Elegi

Apa yang kita pikirkan ketika kita menemukan kata 'biru'?. Aku akan langsung mendongak ke atas, berharap aku tidak salah dan menemukan langit yang terbentang di atas kepalaku tengah biru. Atau mungkin aku akan mencari lukisan yang menceritakan desau ombak di lautan yang nampak biru, meski hanya kamuflase. Atau mungkin pula aku akan menatap foto yang ada di salah satu sudut meja belajarku, menatap lebih dalam, dengan rasa tentunya, karena pada saat itu aku akan menemukan biru di dalamnya.

Pun bila kita menenmukan kata 'hijau', apa pula yang kemudian akan ada di benak kita. Daunkah..? Tentu. Daun yang masih kokoh menempel pada tiap dahan yang ada. Atau mungkin aku akan mencari dengan segera kemeja kecilku yang berwarna hijau dengan motif kotak-kotak. Atau aku akan mencari sesuatu yang dibalut dengan kain hijau persegi empat.

***
Sebenarnya tentang apa ini..? Ini hanya tentang gambaran betapa seorang El yang tengah berusaha mengumpulkan kembali potongan puzzle nya yang kembali tercecer. 

Siapa El..?
Tentu kita ingin tahu. El adalah seorang yang beruntung. Sangat beruntung. Bagaimana bisa..? Kita akan tahu nanti.

***
Selamat senja, Biru..
Selamat sore, Hijau..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar