Kamis, 05 Juni 2014

Menuju Pulang



Saya tidak bisa menuliskan semua yang sudah terjadi. Tidak dengan detailnya. Namun, saya ingat setiap centimeter cerita yang saya jalani. Terlebih jika itu tentang hari-hari belakangan ini.

Sepertinya, saya merasa sudah jauh sekali pergi. Sudah berpuluh kilometer berjalan. Melalui ribuan jam begitu saja. Menapaki sekian ratus hari tanpa sisa. Tapi rasanya seperti baru kemarin. Baru beberapa jam yang lalu. Dan saya masih ada disini.

Sore tadi, sesekali saya mencuri pandang ke arah wajah yang diterangi cahaya lilin. Mendengarnya berceloteh, menatapinya saat menikmati hidangan sore sambil mengosongkan pikiran tentang masa lalu. Saat itu juga, tiba-tiba saya sangat ingin ada disana dengan tidak membawa masa lalu yang kurang menyenangkan yang pernah terjadi. Dan disaat yang bersamaan, saya juga ingin kisah-kisah itu tetap ada sebagai pengingat.

Saya mampir sebentar ke dinding kaca itu semalam. Apa yang saya lakukan? Tidak ada. Seperti biasa, hanya menatap ramai di luar sana berhimpitan hendak masuk ke tempat yang tenang ini. Sayang, kerasnya suara ramai di luar sana tidak bisa menggantikan alunan musik yang mengalun pelan di dalam sini.

Apa yang saya lakukan? Ada. Masih menatap ramai di luar sana. Dan pada akhirnya saya benar-benar sadar, saya ada disini bukan untuk mengenang. Saya berdiri disini tidak untuk sekedar menatap ramai.

Saya sedang berusaha melepas diri dari kehidupan novel yang kurang baik yang selama ini tertanam dalam diri saya. Saya tengah menyusun kerangka novel kehidupan saya sendiri. Mengumpulkan serpihan tekad yang pernah pecah. Menyusun pondasi azzam yang sebelumnya pernah tercecer.

Pada akhirnya, saya ingin sekali kembali ‘pulang’. Dengan tekad yang sudah mantap dan azzam yang kokoh.
Dan dengan potongan hati yang lebih baik dari sebelumnya.  :')

~050562014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar