Minggu, 27 Juli 2014

Rabithah, Bawa Saya Pulang.



“The closer you get to Allah, the closer you are to each other.”
-Anonymous-

Kalimat diatas ada dalam gambar yang mampir di ‘umpan’ BBM saya. Salah seorang teman memasang display picture tersebut. Kurang lebih kalau saya artikan dalam bahasa Indonesia maknanya adalah : “Semakin dekat kamu pada Allah, semakin dekat kamu satu sama lain.”

Saya berulang kali membacanya. Pelan dan berusaha memaknainya dengan baik dan benar. Takut salah mengartikannya. Takut salah memaknainya.

Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya pada salah seorang teman. Jawabannya ternyata simple (menurutnya). Apa yang bisa membawamu menjadi lebih dekat dengan Allah, adalah hal baik, apapun itu. Maka jika kamu temukan itu, jangan lepaskan. Yang dimaksud dengan ‘semakin dekat kamu satu sama lain’ tidak selalu berarti tentang pasangan hidup (karena teman saya sudah menikah), tapi bisa apapun. Bisa teman, saudara, pekerjaan, ilmu, lawan, atau apapun.

Saya mencoba mencerna sedikit demi sedikit (karena tidak ingin dikatakan memaknai sesuatu sesuai kehendak saya). Empat bulan terakhir, dengan atau tanpa saya sadari ternyata saya memiliki hal-hal tersebut. Bahkan beberapa sudah lama saya miliki, namun saya tidak menyadarinya. Saya memiliki banyak hal yang ketika saya ‘pegang’, ketika saya ‘jalani’, ketika saya ‘baca’, membuat saya semakin dekat dengan Nya.

Salah satu hal yang saya ambil (sungguh dengan mengesampingkan semua perasaan), keberadaanmu dan kemampuan yang Allah berikan untuk memahami makna hadirmu, setiap harinya membuat saya dekat dengan Nya.

Maaf. Saya bukannya menjadikan keberadaan itu sebagai alasan untuk menjadi dekat dengan Nya, tapi sungguh keberadaan itu membuat saya banyak melakukan hal yang bisa menjadikan saya lebih dekat.

Dan, saya selalu mencoba menyempatkan untuk menyelipkan rabithah dalam setiap kalam. Agar sang Maha Membolakbalikkan Hati memberikan lagi saya satu kesempatan. Satu kesempatan untuk bisa menyempurnakan dien saya.

Saya ingin Allah melihat dan memberikan saya kesempatan terakhir. Saya memilih. Sudah memilih dan meyakini. Meski saya tidak tahu seperti apa masa depan saya kelak. Meski saya tahu, Allah adalah sebaik-baik Perencana kehidupan, saya tetap ingin mencoba lewat upaya dan doa.

Rabithah, tolong bawa saya 'pulang'. :')

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

(Ahad, 27/07/2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar