Kamis, 01 Agustus 2013

Catatan Kembali

Pernah terpikirkan untuk lari dari keseharian yang entah ini. Yang sepertinya membuat kepala pecah. Pernah terencana untuk berhenti dan tidak peduli pada setiap apa yang terjadi pada sekitar diri dan hidup ini. Tidak hanya karena bosan akan keseharian yang seperti itu-itu saja, tapi juga karena merasa hidup tidak lagi baik untuk saat ini. Naudzubillah, sesungguhnya sungguh rugi andai itu semua terjadi.

Sesal berurutan membayang, nasehat-nasehat banyak telah dihiraukan. Sajadah telah terlalu lama terlipat, sementara lembar-lembar suci usang diabaikan. Diri terlalu lama berdiam dalam kubangan nikmat dunia sementara yang penuh noda dan dosa.

Waktunya mengokohkan niat yang tadinya rapuh. Saatnya menegakkan tekad, mengukur kemampuan diri, memperbaiki diri dan kembali pada jalan yang telah ditunjukkan Sang Kekasih Ilahi.

Tak henti berusaha memaksa mata yang masih terkatup untuk terbuka saat adzan bergema. Tak jua lelah memaksa kaki yang masih terasa penat untuk berjalan. Pun harus selalu mencoba memaksa mengenyahkan mimpi yang belum terselesaikan dalam tidur malam.

Bismillah, Rabbi, Engkau Maha Pemberi Hidayah. Betapapun hamba Mu meminta, tanpa niat yang kokoh, tanpa usaha yang istiqamah dan syukur yang selalu mengalir, meski semesta mengamini, maka tak pantas rasanya diri berada dalam syurga Mu. Namun sungguh, tak sampai diri terbayang panasnya neraka Mu.

Maka, ya Allahu Rabbul Izzati, izinkan hamba Mu yang lemah ini, yang penuh khilaf dan berlumur dosa ini, menggelar kembali sajadah yang sudah lama terlipat dan bersujud dihadapan Mu. Bimbing hati hamba Mu yang dhaif ini untuk kembali dapat membuka lembar-lembar usang yang lama disia-siakan. Kembalikan diri, hati dan jiwa hamba Mu yang entah ini kepada lurusnya jalan Mu. Izinkan hamba Mu ini merasakan luasnya pengampunan Mu. Dan sentuh hati hamba Mu ini dengan kemegahan hidayah Mu. Ampuni hamba Mu, ya Rabb.

“Ya Allah, Engkau Tuhan ku, tidak ada Tuhan melainkan Engkau. Engkau menciptakanku, aku hamba Mu, aku berada dalam perjanjian dengan Mu dan ikrar pada Mu semampuku. Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan apa yang aku perbuat, aku mengakui nikmat Mu yang Engkau curahkan terhadapku dan aku mengakui atas dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Aamiin.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar