Sabtu, 14 Desember 2013

J O K E R

Aku lupa hari apa saat itu. Masih berusaha mengingat dengan baik. Tapi, semakin aku berusaha mengingat, semakin jauh ingatan itu. Yang pasti hari itu aku dan kamu melewati separuh malam bersama. Aku ingat menemanimu berkunjung ke rumah seorang teman yang katamu sudah lama tidak bersua. Namun sayang, sampai di rumah temanmu, hanya disambut oleh orang tuanya, sementara temanmu masih belum pulang dari bekerja.

Aku tidak terlalu ingin mengingat bagian itu. Yang kuingat malam itu, setelah aku dan kamu sedikit lebih lama menunggu, temanmu tidak kunjung pulang. Lalu kamu memutuskan untuk menunggunya di salah satu tempat makan pinggir jalan tidak jauh dari rumahnya. Aku dan kamu berjalan menuju kesana, sambil berharap temanmu nanti akan datang menyusul. Aku tentu tidak berharap itu terjadi. Aku berharap temanmu lelah, lalu enggan menyusulmu ke tempat itu. Picik bukan.? Ya, aku ingin menghabiskan sebagian waktu itu bersamamu.

Aku ingat sepanjang perjalanan, kamu terus mengoceh tentang tempat makan pinggir jalan yang akan kita datangi. Katamu, tempat itu sebenarnya biasa saja, tapi selalu ramai oleh pengunjung. Tempatnya, seperti layaknya tempat makan yang ada di pinggiran jalan kotamu, dengan tenda kecil dan gerobak. Aku yang saat itu lapar hanya berharap kita cepat sampai disana.

Joker. Itu kata yang tertulis di spanduk yang menutupi gerobak yang ada disana. Seperti katamu, hampir pasti ramai. Kita mengambil tempat duduk yang ada. Menunya, bukan nasi atau makanan berat lainnya. Hanya roti bakar, pisang bakar, segala jenis masakan mie dan beberapa minuman. Seperti katamu sepanjang jalan tadi, tidak ada yang istimewa, tapi rasanya lumayan enak. Aku tterburu menghabiskan roti bakar kacang dan mie goreng karena lapar. Bahkan aku sampai harus memesan lagi karena saking laparnya. Kamu hanya tertawa melihat tingkahku saat itu.

Setelah semua yang dipesan habis, kita tidak langsung beranjak. Berbincang sejenak. Tentang banyak hal. Banyak hal yang kita bicarakan dan banyak hal yang sampai saat ini aku ingat tanpa perlu susah payah mengingatnya. Dan setelah kita sadar kita sudah cukup lama berada disana, kita akhirnya memutuskan untuk pulang. Aku, saat itu berharap, aku dapat mengunjungi tempat itu lagi bersamamu. Mengunjungi Joker.
***

Ini sudah yang kesekian aku mampir ke tempat ini, Joker. Tempat yang menyajikan menu roti bakar, pisang bakar dan segala macam jenis masakan mie serta minuman pastinya. Tempat ini masih sama seperti pertama aku mengunjunginya. Yang berbeda adalah aku mengunjunginya sendiri. Tanpa kamu. Aku menikmati aroma roti bakar dan wedang jahenya sendiri, tidak ada kamu.

Dan malam ini, setelah sekian kali mampir, baru kali ini aku merasa bahwa aku tidak harus kesini denganmu. Tempat ini mungkin menyisakan kenangan tersendiri. Buatku. Dan aku harap, aku selalu punya waktu untuk sekedar menyeruput segarnya wedang jahe bersama dengan aroma kenangan yang selalu lewat saat aku berada disini. Aroma kenangan tentang aku dan kamu.

Dan Joker, bukan lagi sekedar salah satu kartu atau tokoh jahat di film Batman, tapi jadi bagian yang tidak akan terlupakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar