Aku lupa hari apa saat itu. Masih berusaha
mengingat dengan baik. Tapi, semakin aku berusaha mengingat, semakin jauh
ingatan itu. Yang pasti hari itu aku dan kamu melewati separuh malam bersama. Aku
ingat menemanimu berkunjung ke rumah seorang teman yang katamu sudah lama tidak
bersua. Namun sayang, sampai di rumah temanmu, hanya disambut oleh orang
tuanya, sementara temanmu masih belum pulang dari bekerja.
Aku tidak terlalu ingin mengingat bagian
itu. Yang kuingat malam itu, setelah aku dan kamu sedikit lebih lama menunggu,
temanmu tidak kunjung pulang. Lalu kamu memutuskan untuk menunggunya di salah
satu tempat makan pinggir jalan tidak jauh dari rumahnya. Aku dan kamu berjalan
menuju kesana, sambil berharap temanmu nanti akan datang menyusul. Aku tentu
tidak berharap itu terjadi. Aku berharap temanmu lelah, lalu enggan menyusulmu
ke tempat itu. Picik bukan.? Ya, aku ingin menghabiskan sebagian waktu itu
bersamamu.
Aku ingat sepanjang perjalanan, kamu
terus mengoceh tentang tempat makan pinggir jalan yang akan kita datangi. Katamu,
tempat itu sebenarnya biasa saja, tapi selalu ramai oleh pengunjung. Tempatnya,
seperti layaknya tempat makan yang ada di pinggiran jalan kotamu, dengan tenda
kecil dan gerobak. Aku yang saat itu lapar hanya berharap kita cepat sampai
disana.
Joker. Itu kata yang tertulis di spanduk
yang menutupi gerobak yang ada disana. Seperti katamu, hampir pasti ramai. Kita
mengambil tempat duduk yang ada. Menunya, bukan nasi atau makanan berat
lainnya. Hanya roti bakar, pisang bakar, segala jenis masakan mie dan beberapa
minuman. Seperti katamu sepanjang jalan tadi, tidak ada yang istimewa, tapi
rasanya lumayan enak. Aku tterburu menghabiskan roti bakar kacang dan mie
goreng karena lapar. Bahkan aku sampai harus memesan lagi karena saking
laparnya. Kamu hanya tertawa melihat tingkahku saat itu.
Setelah semua yang dipesan habis, kita
tidak langsung beranjak. Berbincang sejenak. Tentang banyak hal. Banyak hal
yang kita bicarakan dan banyak hal yang sampai saat ini aku ingat tanpa perlu
susah payah mengingatnya. Dan setelah kita sadar kita sudah cukup lama berada
disana, kita akhirnya memutuskan untuk pulang. Aku, saat itu berharap, aku
dapat mengunjungi tempat itu lagi bersamamu. Mengunjungi Joker.
***
Ini sudah yang kesekian aku mampir ke
tempat ini, Joker. Tempat yang menyajikan menu roti bakar, pisang bakar dan
segala macam jenis masakan mie serta minuman pastinya. Tempat ini masih sama
seperti pertama aku mengunjunginya. Yang berbeda adalah aku mengunjunginya
sendiri. Tanpa kamu. Aku menikmati aroma roti bakar dan wedang jahenya sendiri,
tidak ada kamu.
Dan malam ini, setelah sekian kali
mampir, baru kali ini aku merasa bahwa aku tidak harus kesini denganmu. Tempat ini
mungkin menyisakan kenangan tersendiri. Buatku. Dan aku harap, aku selalu punya
waktu untuk sekedar menyeruput segarnya wedang jahe bersama dengan aroma
kenangan yang selalu lewat saat aku berada disini. Aroma kenangan tentang aku
dan kamu.
Dan Joker, bukan lagi sekedar salah satu
kartu atau tokoh jahat di film Batman, tapi jadi bagian yang tidak akan
terlupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar