Rabu, 11 Desember 2013

Untuk Kalian, Keluarga Baru




Persembahan kecil, yang mungkin tidak berarti apa-apa. Yang kuhadiahi untuk kalian, keluarga baruku.

***
Sampai saat ini, aku masih belum benar mengerti kenapa aku bisa berada ditengah-tengah kalian. Aku masih belum paham, bagaimana kemudian, kalian menjadi salah satu bagian terbaik (untuk saat ini) dalam episode perjalananku.
Mungkin sedikit terlambat memaknainya. Tapi tak apalah, daripada sama sekali tidak kusadari. Aku bangga berada diantara kalian.

***
Masih sulit untuk memulai kalimat tentang kalian yang baru kukenal. Belum bisa kupahami, tapi selalu kucoba untuk mengerti. Sulit menceritakan kenapa kemudian aku bisa berjalan melintasi jalan terjal menuju Kawah Ratu hari itu, dengan bergantian membawa ransel besar milik seorang teman bersama dengan. Sulit menceritakan bagaimana aku bisa ‘terjebak’ dibawah rimbunnya pinus yang membentang, beralaskan spanduk yang kubawa dari kampus bersama kalian. Sulit menceritakan bagaimana aku kemudian bisa beriringan jalan, bersinggungan dan berbagi banyak hal bersama kalian.

Masih teringat saat itu, aku lebih memilih menunggu kalian, orang-orang yang sebagian belum kukenal, ketimbang berjalan bersama mereka yang lebih dahulu kukenal. Aku tidak tahu menunggu siapa, seperti apa bentuk wajahnya dan bagaimana perawakannya. Aku hanya yakin, seperti apapun kalian, aku bisa bersama kalian untuk beberapa hari ke depan. Berjalan bersama, berdampingan dan menghabiskan waktu bersama.

Hutan pinus dikaki Kawah Ratu jadi saksi bisu kita pernah bersama. Berbagi banyak hal. Susah, senang bahkan berbagi nasi dan makanan. Meski harus dihiasi dengan misteri nasi uduk yang sampai hari ini belum terungkap.
Diksar RZ


Masih terputar juga tentang bahagianya, semangatnya saat melakukan hal pertama bersama-sama dengan kalian. Kegiatan pertama yang kuharap semangatnya selalu ada sampai kegiatan terakhir yang entah kapan. Meski hanya menyapukan debu yang terurai di lantai masjid yang jauh dari rumahku, atau walau cuma duduk bersama menikmati film yang tengah diputar. Itu lebih dari sekedar hal yang bisa dikenang.

***
Ada banyak harap yang kutemukan saat bersama kalian. Ada banyak asa yang kulihat memancar dari masing-masing mata kalian yang kutatap. Harap dan asa tentang hidup yang lebih baik di hari esok. Tentang berbagi ketulusan dan keikhlasan. Semangat dari raga dan hati kalian menular padaku. Membuatku tidak lagi ragu melangkah lebih dalam, lebih jauh pada dunia yang belum pernah kujamah, dunia relawan.

Mungkin terlalu dini jika aku katakan, aku bangga berada diantara kalian, sementara aku belum begitu mengenal kalian. Tapi yang kutahu, saat-saat bersama kalian adalah saat yang menenangkan dan menyamankan. Menenangkan kehidupan sendiri dan menyamankan kehidupan orang lain. Slogan ‘Tetap semangat bahagiakan ummat’ bukan hanya sekedar slogan yang tercetak dan terucap oleh lisan, tapi juga tertanam dalam hati dan terlihat dalam tindakan. Bersama kalian, semangat kalian dan adanya kalian, membuat aku berani membuka segala kemungkinan memperbaiki hidup. Menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

***
Lewat ini, aku mengenalkan kehidupanku pada kalian. Kehidupan ‘penulis jalanan’ dan kehidupan presbem (seperti yang selalu kalian bilang). Dan aku harap, aku bisa merasakan kehidupan kalian yang membuatku selalu ingin berbagi.

Tidak ada yang tahu seberapa banyak waktu yang aku dan kalian miliki. Yang pasti, akan selalu ada hal istimewa yang menjadi potongan kenangan dalam memori yang tersimpan.

Dan ini hanya awal dimana aku yang masih belum terlalu mengenal kalian menceritakan sedikit tentang kalian. Masih ada banyak hal yang menunggu kita.

Dan akan selalu ada banyak kata yang dapat kuketikkan jika itu tentang kalian. Jadi, siapkan saja ceritanya, aku akan menuliskannya untuk kalian.

Dan ini adalah persembahan kecil yang mungkin tidak berarti apa-apa. Yang kuhadiahi untuk kalian, keluarga baruku. 

Masjidku Bersih & Hijau


Untuk kalian : Dwi Rahmi, Wafa’ Kamilah, Mutiara Intan, Hanifa Nur Azizah, Aisyah Zahra, Riyadh Imanuddin, Dede Amanatillah & Mohamed Azmi Dzulkifli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar