terusik kangen yang menelusup di setiap kedip mata...
memaksa jajak lihat senantiasa terjaga...
enggan lelap meski hanya sekedar ingin...
tak sabar meski hanya menanti esok yang jengah..dengan selaksa pongah tentunya...
aku masih kangen...
selalu ada rindu yang hadir memaksa tiap kali kita berjarak...
membuat diri tak sejenak terkulai gerak...
aku ingin di dekatmu...detik ini...
berhari tak bersua telah memagut sepiku tanpa sisa,..sepertinya...
mencoba berdamai dengan sensi yang hadir diantara rindu dan gelisah...
mencoba mengakui...
penggalan kata dan ucap yang terbata ternyata belum cukup mengurai kangen yang ada...
pun kini...
pagi menjelang...mambawa pesan-pesan baru..
sapa manja dan senyum milikmu yang menari seirama desau angin shubuh nanti...
telah dapat menyentuh dambaku akan kangen semalam...
dan aku...
terusik kangen yang menelusup di setiap kedip mata...
memaksa jajak lihat senantiasa terjaga...
enggan lelap meski hanya sekedar ingin...
tak sabar meski hanya menanti esok yang jengah..dengan selaksa pongah tentunya...
aku masih kangen...
( oleh Amirul Mufadilla pada 12 Agustus 2011 pukul 3:34 ·)
memaksa jajak lihat senantiasa terjaga...
enggan lelap meski hanya sekedar ingin...
tak sabar meski hanya menanti esok yang jengah..dengan selaksa pongah tentunya...
aku masih kangen...
selalu ada rindu yang hadir memaksa tiap kali kita berjarak...
membuat diri tak sejenak terkulai gerak...
aku ingin di dekatmu...detik ini...
berhari tak bersua telah memagut sepiku tanpa sisa,..sepertinya...
mencoba berdamai dengan sensi yang hadir diantara rindu dan gelisah...
mencoba mengakui...
penggalan kata dan ucap yang terbata ternyata belum cukup mengurai kangen yang ada...
pun kini...
pagi menjelang...mambawa pesan-pesan baru..
sapa manja dan senyum milikmu yang menari seirama desau angin shubuh nanti...
telah dapat menyentuh dambaku akan kangen semalam...
dan aku...
terusik kangen yang menelusup di setiap kedip mata...
memaksa jajak lihat senantiasa terjaga...
enggan lelap meski hanya sekedar ingin...
tak sabar meski hanya menanti esok yang jengah..dengan selaksa pongah tentunya...
aku masih kangen...
( oleh Amirul Mufadilla pada 12 Agustus 2011 pukul 3:34 ·)
aku suka 'kangen' ini. Tapi kenapa ada pengulangan di akhir kalimat?
BalasHapuskarena kangen tidak pernah hanya sekali, selalu berulang. :)
Hapus